Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Yuk! Nikmati Wisata Hutan Pinus Gunungsari sambil Swafoto

02 Januari 2018, 14: 10: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

KUNJUNGAN MENINGKAT: Warga Pati dan sekitarnya saat berkunjung ke Wisata Hutan Pinus Pangonan, Tlogowungu kemarin.

KUNJUNGAN MENINGKAT: Warga Pati dan sekitarnya saat berkunjung ke Wisata Hutan Pinus Pangonan, Tlogowungu kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

TLOGOWUNGU – Wisata Hutan Pinus di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Tlogowungu, baru dibuka pada 2 Desember 2017 lalu. Meski belum genap sebulan, pengunjungnya terus meningkat. Khususnya saat pengunjung menikmati liburan tahun baru bisa meningkat hingga 200 persen.

Salah satu pengelola Wisata Hutan Pinus Gunungsari Waharto mengatakan, pesona hutan pinus di Dukuh Pangonan yang merupakan lahan milik perhutani sangat potensial. Sebelumnya hanya didatangi warga setempat. Kemudian ditata dengan baik dan resmi dibuka 2 Desember lalu. Pengelolaannya di bawah Bumdes Gunungsari. Dengan tiket Rp 3 ribu perorang, digunakan untuk mengelola pariwisata.

Sebelumnya, pembukaan tempat wisata itu sempat diwarnai pro dan kontra masyarakat setempat. Karena ada warga yang mengira jalan menuju wisata akan ditutup. Padahal tidak. Sehingga mereka setuju. Bahkan yang dulunya tidak setuju kini berjualan di tempat wisata. Dengan demikian, bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.

Saat ini, kata Waharto, di tempat wisata itu masih ada dua spot yakni gardu pandang dan rumah pohon. Namun juga difasilitasi beberapa hammock, lampu warna-warni, dan pernak pernik yang bisa digunakan untuk swafoto. Pohon pinus yang tumbuh lebat juga bisa dijadikan lokasi swafoto.

“Selain mempunyai daya tarik tersendiri, hutan pinus di dukuh itu merupakan hutan pinus terluas di Pegunungan Muria. Lahannya sendiri mencapai lebih 1.000 hektare. Sehingga kelebihan tempat wisata itu cukup sejuk. Terlebih apabila mendung, seperti berada di awan karena diselimuti kabut,” imbuhnya.

Sehingga pengunjungnya terus meningkat. Terlebih waktu liburan atau weekend. Pada hari biasa pengunjungnya rata-rata 300 orang. Saat-saat tertentu bisa meningkat 300 persen mencapai 1000 pengunjung pada saat liburan seperti liburan tahun baru ini.

Banyak warga yang memadati tempat wisata itu. Bahkan sudah banyak warga dari luar daerah berkunjung.

“Nantinya kami akan menambah fasilitas. Seperti musala, tempat berteduh, dan spot lainnya. Pembenahannya bertahap. Karena hanya mengandalkan tiket masuk. Apalagi kami juga sharing dengan perhutani. Kami berharap pemkab lebih memperhatikan tempat-tempat wisata di Pati supaya bisa berkembang. Kini tren wisata bukan hanya milik orang kaya saja, sudah merambah masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.

Salah satu pengunjung, Dini Hidayati, 25, dari Kudus mengaku senang dengan tempat wisata itu. Ia datang bersama dengan rombongan keluarganya. “Cukup lelah naik ke lokasi hutan pinus kalau jalan kaki. Karena tempat parkir dan lokasinya lumayan jauh. Tapi setelah sampai ke atas happy juga disana menggelar tikar dan makan-makan sambil menikmati pemandangan,” katanya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia