Selasa, 18 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Rembang

Temukan Kejanggalan Nilai Hasil, Seleksi Perangkat Desa Diadukan

15 Desember 2017, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SERAHKAN BUKTI: Perwakilan warga dari Kecamatan Sarang menyerahkan bukti dugaan penyimpangan dalam seleksi perangkat desa ke Wakil Ketua DPRD Gunasih.

SERAHKAN BUKTI: Perwakilan warga dari Kecamatan Sarang menyerahkan bukti dugaan penyimpangan dalam seleksi perangkat desa ke Wakil Ketua DPRD Gunasih. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

SARANG – Pelaksanaan seleksi perangkat desa di Kecamatan Sarang diadukan ke polres dan DPRD Kabupaten Rembang. Warga menilai ada kejanggalan dari nilai hasil seleksi yang digelar di STIE Semarang.

Sekitar 20 warga perwakilan dari beberapa desa se-Kecamatan Sarang kemarin siang mendatangi kantor DPRD Kabupaten Rembang. Mereka ditemui langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gunasih dan dua anggota komisi A. Yakni, Sukarmain dan Sugiharto.

Dalam surat yang disampaikan ke DPRD, warga menolak hasil seleksi perangkat desa yang digelar di STIE Semarang. Ada beberapa kejanggalan yang membuat mereka melayangkan protes.

Diantaranya pengaturan nilai tes. Widad, salah satu warga mencontohkan nilai peserta yang di masyarakat dikenal pintar dan bisa komputer, justru nilainya di bawah peserta yang dikenal tak bisa komputer.

Selain itu, indikasi adanya peserta yang menyetor uang ke oknum kepala desa juga disampaikan dalam surat tersebut. Warga juga menyerahkan bukti ke DPRD. Hanya saja, belum ada bukti yang mengarah adanya setor uang dalam pengisian perangkat desa.

Widad mengungkapkan ada warga yang mempunyai rekaman suara yang mengarah pada setor uang ke oknum kepala desa. Namun, warga yang bersangkutan takut mengungkap ataupun dijadikan saksi.

Wakil Ketua DPRD Gunasih mengakui, ada beberapa surat yang masuk ke DPRD. Persoalan yang diadukan sama, terkait pengisian perangkat desa. Pihaknya tetap membantu menyelesaikan masalah yang didaukan warga.

Namun, DPRD juga meminta warga menyertakan bukti dan saksi atas masalah yang dilaporkan. Misalnya kalau yang dilaporkan soal setor uang ke oknum kepala desa, paling tidak ada bukti kwitansi, rekaman suara atau bukti tertulis lainnya.

Soal ketakutan warga untuk jadi saksi dan menyerahkan bukti, Gunasih meyakinkan mereka sudah dilindungi oleh undang-undang.

”Kami perlu bukti dan saksi. Kalau ada, kemungkinan besar bisa ditindaklanjuti. Tapi, kalau berdasarkan katanya, kita juga susah untuk membantu. Saksi dan pelapor itu sudah dilindungi, tidak usah takut,” jelasnya.

Sebelum mengadukan masalah ke DPRD, pagi harinya warga mendatangi Polres Rembang. Masalah yang diadukan juga sama. Indikasi setor uang peserta seleksi perangkat ke oknum kepala desa.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Kudus dugaan warga soal setor uang itu tak hanya terjadi di Sarang, tapi terjadi juga di kecamatan lain. Uang disetor ke kepala desa setelah namanya dipastikan lolos. Sehingga, tidak ada transaksi sebelum ada kepastian lolos.

Namun, sebelum seleksi sudah ada perjanjian antara peserta dengan kepala desa soal nominal yang harus dibayar. Peserta juga menunjukkan bukti seperti buku tabungan yang nominalnya cukup untuk membayar.

(ks/lid/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia