Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Politik

Peneliti LIPI: Musthofa Layak Jadi Gubernur

28 November 2017, 14: 50: 31 WIB | editor : Panji Atmoko

PEMAPARAN: Bupati Kudus Musthofa menjadi narasumber Expert Meeting Menyongsong Pilkada Serentak yang Berkualitas di Lumbung Suara di Kantor LIPI, Jakarta, kemarin (27/11).

PEMAPARAN: Bupati Kudus Musthofa menjadi narasumber Expert Meeting Menyongsong Pilkada Serentak yang Berkualitas di Lumbung Suara di Kantor LIPI, Jakarta, kemarin (27/11). (JPG)

  JAKARTA – Salah seorang narasumber ahli Sebastian Salang menyebut, Musthofa merupakan salah satu sosok yang mampu memberikan harapan. Itu diucapkan setelah mengetahui apa yang dilakukan bupati dua periode ini di Kudus. 

"Berbagai program yang disampaikan sangat menjanjikan. Ini adalah sebuah cerita yang membangkitkan," kata Salang saat Expert Meeting Menyongsong Pilkada Serentak yang Berkualitas di Lumbung Suara di Kantor LIPI, Jakarta, kemarin (27/11).

Acara yang dihadiri para narasumber ahli ini, menghadirkan pembicara H. Musthofa Bupati Kudus yang kini sebagai Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. Selain itu, hadir pembicara lain yakni Dedi Mizwar, wakil Gubernur Jawa Barat yang juga Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023. 

Sementara itu, Khofifah Indarparawansa Menteri Sosial yang juga Bakal Calon Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan tampil dalam acara tersebut, batal hadir karena ada acara dinas yang tidak bisa ditinggalkan.

Acara yang sangat penting bagi penyelenggaraan pilkada berkualitas ini, dipimpin moderator Drs. Heru Cahyono. Serta pembahas Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

Prof. Zuhro mengatakan, kualitas pilkada bukan hanya tanggung jawab KPU dan panwaslu, tapi juga partai politik (parpol). Parpol harus memilih calon gubernur dan wakil gubernur yang berkualitas dengan kompetensi yang baik.

Oleh karenanya, tidak ada salahnya parpol mencalonkan bupati/walikota yang sudah berpengalaman. Termasuk kepala daerah yang sudah dua periode sukses memimpin daerahnya dan tidak ada masalah hukum. "Pak Musthofa yang sudah dua periode menjadi Bupati Kudus dengan segala kelebihan dan keberhasilannya, tidak salah bila parpol mengusungnya sebagai calon gubernur," kata Zuhro.

Tentu masyarakatlah akhirnya yang berhak menentukan siapa yang dipilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. Zuhro menambahkan, dalam pilkada serentak gelombang tiga ini diharapkan membangun nilai-nilai baru, yaitu "menjual" integritas.

Sementara itu, Musthofa memaparkan berbagai programnya untuk masyarakat selama memimpin Kudus. Dengan tujuan utama yakni kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan pro rakyat untuk mengurus orang dari lahir hingga meninggal. "Ini semua kami lakukan untuk melayani yang terbaik bagi masyarakat," kata Musthofa.

Dikatakannya, yang menonjol salah satunya pada bidang pendidikan. Dia berhasil menggandeng pihak swasta membangun sekolah vokasi berstandar internasional. Selain itu bidang kesehatan memberikan layanan gratis hanya dengan KTP di kelas III RS dan Puskesmas. 

Pembicara lainnya, Dedi Mizwar mengatakan, pemimpin itu apa adanya. Nggak dibuat-buat. Harus dengan niat yang baik untuk masyarakat luas. Sesungguhnya, jabatan adalah amanah yang sudah ditentukan yang Maha Kuasa. "Silakan masyarakat menentukan pilihannya, apakah saya layak menjadi gubernur?" tegas Wagub Jabar ini.

Narasumber ahli yang hadir, yakni Dr. Firman Noor, MA, Dr. Chusnul Mariyah, Prof. Muchlis Hamdi, Dr. Gun Gun Heryanto, serta Titi Anggraini, SH, MH. Semuanya memberikan sebuah pencerahan mewujudkan pilkada yang berkualitas dengan terpilihnya pemimpin yang memiliki kompetensi dan kredibilitas yang baik.

(ks/lil/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia