Senin, 17 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Blora

Dukung Perkebunan Jeruk, Bangun Jalan Tengah Hutan

13 November 2017, 06: 30: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

BLUSUKAN: Bupati Djoko Nugrohos (dua dari kiri) saat berdiskusi dengan warga tengah hutan baru-baru ini.

BLUSUKAN: Bupati Djoko Nugrohos (dua dari kiri) saat berdiskusi dengan warga tengah hutan baru-baru ini. (HUMAS SETDA BLORA FOR RADAR KUDUS)

 KOTA – Bupati Blora Djoko Nugroho melakukan kunjungan kerja di desa hutan, Dukuh Gumeng, Desa Tanggel, Randublatung, baru-baru ini. Bupati yang akrab disapa Kokok ini, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Samgautama Karnajaya.

Kedatangan di desa tengah hutan tersebut, disambut Camat Randublatung Hendi Purnomo, Forkopimcam Randublatung, Anggota Komisi B DPRD Blora Sutamsu, Kades Tanggel Sutikno, dan Kamituo Gumeng Mujiyat. Semuanya menggunakan motor trail, karena akses jalan kondisinya rusak sejauh 4 km.

Setibanya di Dukuh Gumeng, bupati dan rombongan langsung meninjau perkebunan jeruk seluas 3.000 meter persegi milik Mujiyat. Di sini dilaksanakan diskusi santai dengan lesehan. Di antaranya membahas pengembangan perkebunan jeruk, pupuk, dan upaya peningkatan infrastruktur pengairan kebun jeruk.

Bupati juga meninjau aliran sungai Sendang Putri di tengah hutan yang direncanakan akan dijadikan lokasi pembangunan dam untuk pengairan perkebunan jeruk. Dilanjutkan berdialog dengan warga Dukuh Gumeng di rumah kamituo. Warga sangat antusias menyambut kedatangan bupati yang baru kali ini datang ke Gumeng.

Mujiyat yang juga menjadi ketua Kelompok Tani Makmur menyampaikan beberapa kendala dalam berkebun jeruk. Di antaranya minimnya air saat musim kemarau, kelangkaan pupuk dan akses jalan yang masih rusak, sehingga menyulitkan pemasaran.

Hal senada disampaikan Parji, salah satu warga yang ikut menghadiri dialog. Dia meminta agar pemkab bisa segera memperbaiki jalan menuju desanya yang saat ini kondisinya rusak parah. ”Kapan Pak, jalan kita diperbaiki? Kami minta kalau bisa bulan depan mulai dibangun,” ujarnya.

Mendengarkan keluhan tersebut, Kokok mengaku, bakal memprioritaskan pembangunan jalan. Sehingga memudahkan pengangkutan komoditas jeruk dan bisa menyejahterakan masyarakat. ”Kami usulkan Rp 2 miliar untuk membangun jalan dari Gumeng ke Tanggel. Akan direalisasikan di tahun anggaran 2018. Sabar dulu nggih,” jelasnya.

Dia menambahkan, soal perkebunan jeruk, bupati  mengaku bangga karena jeruk dari desa ini sudah mengharumkan nama Blora di tingkat nasional. Di antaranya juara III lomba jeruk nasional di Malang tahun lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora Reni Miharti menuturkan, tahun ini Desa Tanggel akan menerima bantuan perkebunan jeruk seluas 30 hektare dari Kementerian Pertanian bibit, pupuk, dan keperluan perawatan. ”Total bantual ada 50 hektare. Rinciannya, untuk Desa Tanggel 30 hektare dan untuk Desa Kadengan 20 hektare. ini Insya Allah paling cepat cair pertengahan bulan ini,” terangnya.

Menyikapi kelangkaan pupuk, dia memastikan sudah mengajukan penambahan kuota pupuk bersubsidi. ”Semoga segera disetujui dan sampai Desember nanti tidak akan kekurangan pupuk lagi,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samgautama Karnajaya memastikan penanganan jalan rusak dari Gumeng menuju Tanggel sesuai arahan bupati. ”Akan dimulai tahun depan,” ujarnya.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia