Senin, 17 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Rembang

Integrasi Lahan Bisa Pacu Produksi Garam

19 Agustus 2017, 11: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PACU PRODUKSI: Penggunaan geomembran di lahan tambak bisa memacu produksi garam.

PACU PRODUKSI: Penggunaan geomembran di lahan tambak bisa memacu produksi garam. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

KOTA – Pemkab Rembang tengah berusaha memacu produksi garam dari para petambak. Ada beberapa terobosan yang dilakukan. Diantaranya, integrasi lahan yang ada pada suatu kawasan, penataan dan perbaikan saluran air.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang Suparman mengakui, produksi garam di Indonesia, termasuk Rembang masih mengandalkan cuaca. Jika cuaca tak mendukung seperti ketika kemarau minim, diakuinya berpengaruh pada produksi garam.

Pihaknya mempunya beberapa terobosan untuk memacu produksi garam di Rembang. Agar tak selalu bergantung pada cuaca. Salah satu cara yang digunakan adalah integrasi lahan yang berada pada satu kawasan.

Memang, sejauh ini masih sedikit integrasi lahan tambak garam di Rembang. Salah satu lahan integrasi yang bakal jadi percontohan berada di Desa Purworejo, Kaliori, karena akan dibangun gudang garam nasional. ”Karena keberadaan gudang garam harus ditopang dengan lahan yang terintegrasi,” jelasnya.

Integrasi lahan di satu kawasan memerlukan beberapa upaya lain. Seperti, perbaikan saluran air ke setiap tambak. Lahan yang terintegrasi juga harus mempunyai tandon air baku yang cukup. Termasuk, penataan lahan di kawasan itu.

”Cara memacu produksi harus ada upaya memperbaiki sistem pengelolaan tambak, yang semula tradisional diperbaiki ke arah lebih baik,” ungkapnya.

Penggunaan geo membran juga dapat mempercepat pembentukan garam atau kristalisasi. Sehingga dapat meningkatkan kualitas garam karena tak menyentuh langung ke tanah.

Tahun ini, Dinlutkan mendapatkan bantuan geomembran dari pemerintah pusat dengan jumlah 310 roll. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk lahan tambak yang sudah terintegrasi. 

(ks/lid/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia