Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Blora

FDS Hanya Diikuti Satu Sekolah

10 Agustus 2017, 11: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DIALOG: Bupati Blora Djoko Nugroho berdialog dengan tenaga pendidik saat persemian penguatan pendidikan karakter (PPK) dan penerapan lima hari belajar di SMPN 1 Blora kemarin.

DIALOG: Bupati Blora Djoko Nugroho berdialog dengan tenaga pendidik saat persemian penguatan pendidikan karakter (PPK) dan penerapan lima hari belajar di SMPN 1 Blora kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KOTA - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait program  full day school (FDS) resmi diberlakukan di Kabupaten Blora. Meski demikian, hanya ada satu sekolah yang akan menerapkan aturan baru tersebut. Yakni, SMPN 1 Blora.

Nantinya, sekolahan tersebut akan menerap waktu belajar-mengajar dari Senin hingga Jumat. Sementara, Sabtu-Minggu libur. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora Ahmad Wardoyo mengamini telah diberlakukannya FDS. Namun begitu, dari seluruh instansi dunia pendidikan di wilayahnya dari tingkat SD/SMP hanya ada satu yang baru menerapkannya. Yakni, SMPN 1 Blora.

“Ini adalah sekolah piloting di Kabupaten Blora. Untuk yang lainnya kami berharap bisa menyusulnya,” jelasnya.

Menurutnya. permberlakuan lima hari sekolah memang tidak diwajibkan. Dengan kata lain, sekolah bebas memilih. Wardoyo mengaku, meski masih ada perdebatan dan penolakan dari berbagai pihak, menurutnya itu hal yang wajar. Apalagi ini adalah program baru. Lima hari sekolah merupakna upaya pemerintah untuk mencerdasakan anak bangsa dan menanamkan karakter bangsa.

“Senin-Jumat tanggung jawab bapak ibu guru, dan sabtu minggu menjadi tanggung jawab orang tua. Pertentangan wajar,” ujarnya.

Untuk itu, pihakanya mengajak semua yang hadir baik, wali murid, kepala sekolah dan lain sebagianya untuk mengamati anak-anaknya. Jika itu FDS baik bisa dilanjutkan dan diteruskan, Namun, jika itu menjadi kurang baik, dia minta untuk diperbaiki bersama-sama. “Pelaksanaan PPK tergantung sekolah maing-masing. Kalau memungkinkan apa salahnya kita mnegikutinya,” imbuhnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutanya mengajak semua elemen masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan lima hari sekolah tersebut. Hal itu, penting dilakukan agar FDS bisa berjalan dengan baik, lancar dan tidak melenceng dari koridor yang ada.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia