Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Canggih, Pemilihan Ketua OSIS Gunakan E-Vote

06 Agustus 2017, 20: 05: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

LEBIH MODERN: Siswa SMAN 2 Bae memberikan hak suara memilih ketua OSIS menggunakan sistem e-vote kemarin.

LEBIH MODERN: Siswa SMAN 2 Bae memberikan hak suara memilih ketua OSIS menggunakan sistem e-vote kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 2 Bae, Kudus, lebih canggih. Sistem yang digunakan menggunakan e-vote. Meski belum sepenuhnya.  Artinya, masih ada yang memakai sistem lama, pencoblosan.

Ada empat calon ketua OSIS di SMA ini. Semuanya dari kelas XI. Masing-masing, Azrela Tirta Surya, Gian Sukma Widiastuti, Helmy Ihza, dan M Ariq Ajaba. Sedangkan jumlah pemilih ada 1.069. Mereka siswa dari kelas X, XI, dan XII.

Pemilihan ketua OSIS disediakan lima tempat pemilihan suara (TPS) dan 10 bilik. Dari jumlah itu, ada empat komputer untuk e-vote dan enam masih menggunakan coblosan manual dengan jumlah surat suara 760 lembar.

Sistem pencoblosan, diperuntukkan untuk siswa kelas X dan XI. Jumlahnya ada 734 siswa. Sedangkan e-vote khusus kelas XII dengan jumlah 334 siswa.

Pembina OSIS SMAN 2 Bae Yuhri Habby Seno mengatakan, khusus e-vote sudah ada server. Tinggal membuat aplikasi dan memasukkan nomor induk siswa. ”Persiapannya membutuhkan waktu dua hari,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Cara menggunakan e-vote, siswa datang ke petugas untuk menunjukkan kartu OSIS. Kemudian mendapatkan nomor induk siswa sesuai yang digunakan untuk membuka aplikasi. Selanjutnya, menuju ke komputer untuk masukkan nomor induk dan password. Di komputer pun muncul calon ketua OSIS. Baru siswa memilih.

”Tinggal di klik saja sesuai pilihan. Kemudian klik ”OK” untuk menyimpan pilihan. Selanjutnya keluar ke halaman utama. Setelah itu, siswa menyelupkan salah satu jari ke tinta, tanda sudah memilih. Dengan ­e-vote menjadi lebih praktis,” terangnya.

Salah satu siswa kelas XII IPA-1 Siti Wariyanti mengatakan, lebih mudah menggunakan e-vote. Sebab, tidak perlu melipat-lipat kertas. Apalagi sebelumnya ada petugas yang memberikan pengarahan.

”Baru tahu kalau pemilihan umum seperti OSIS ini bisa menggunakan komputer. Jadi, lebih hemat waktu. Siswa sudah tidak asing dengan komputer. Jadi, dirasa lebih mudah daripada sistem manual coblosan,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus Eni Misdayani menyambut positif hal ini. Sebab, hal ini bisa untuk pembelajaran tentang pemilihan umum (pemilu) yang memang diwacanakan menggunakan e-vote.

”Untuk pemilu masih wacana. Masih banyak yang perlu dipertimbangkan. Contohnya butuh biaya besar, karena harus menyediakan komputer dan server. Kerahasian juga bisa bocor. Belum lagi nanti persoalan jaringan. Tapi, saya yakin suatu saat Indonesia bisa menggunakan e-vote, asalkan calon berjiwa besar menerima kekalahan dan kemenangan,” terangnya.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia