Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Blora

Penambang Pasir Ilegal Kembali Lagi

19 Juli 2017, 13: 30: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

SITA DIESEL: Petugas gabungan Dinas ESDM Provinsi Jateng melalui BP3 ESDM Wilayah Kendeng Selatan bersama Satpol PP berhasil menyita diesel milik penambang pasir ilegal baru-baru ini.

SITA DIESEL: Petugas gabungan Dinas ESDM Provinsi Jateng melalui BP3 ESDM Wilayah Kendeng Selatan bersama Satpol PP berhasil menyita diesel milik penambang pasir ilegal baru-baru ini. (DOK RADAR KUDUS)

 

BLORA - PDAM tak hanya mengalami kendala pencemaran air. Namun juga mengeluhkan adanya penambangan pasir liar di dekat pipa PDAM di Bengawan Solo. Dikhawatirkan sewaktu-waktu pipa itu ambrol, karena pasir diambil para penambang.

Beberapa waktu lalu, alat penambang sudah diamankan Dinas ESDM Provinsi Jateng melalui BP3 ESDM Wilayah Kendeng Selatan bersama Satpol PP. Sebab, penambangan itu memang ilegal. ”Namun, kini penambangan kembali marak. Sebab, mereka tahu kalau pasir di bawah pipa PDAM kualitasnya bagus,” kata Kepala Cabang PDAM Cepu Muhammad Ali kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sebelumnya, penertiban terhadap penambang ilegal ini sudah dilakukan. Penambang itu, beroperasi di Bengawan Solo yang masuk wilayah Desa Jipang, Cepu. Hasilnya, petugas gabungan Dinas ESDM Provinsi Jateng melalui BP3 ESDM Wilayah Kendeng Selatan bersama Satpol PP berhasil menyita diesel milik penambang.

Kepala Satpol PP Blora Sri Anang Danaryanto mengungkapkan, selain ilegal, aktivitas penambangan pasir secara bebas tersebut, bisa merusak kondisi lingkungan di sekitarnya. Apalagi lokasinya dekat dengan instalasi pipa PDAM. Dikhawatirkan nantinya pipa itu rusak atau roboh, karena pasir di sekitarnya terus ditambang. ”Untuk itulah harus dihentikan,” ucapnya.

Anang menambahkan, penertiban penambang ilegal tersebut merupakan upaya untuk menegakkan perda di kawasan Pasar Kecamatan Cepu. Berdasarkan data yang didapat, pemilik penambangan pasir ilegal tersebut adalah Sf, warga Desa Nglanjuk, Cepu, dan WD, warga Kelurahan Balun, Cepu.

Keduanya langsung diminta memberhentikan aktivitas penambangan yang saat itu sedang beroperasi. Petugas juga menyita diesel yang digunakan untuk menyedot pasir dalam Bengawan Solo.

Dia berharap, penambangan ilegal yang dilakukan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo mulai dari belakang kantor PDAM sampai Desa Jipang dihentikan. Sebab, semua itu merusak lingkungan dan melanggar peraturan pemerintah.

”Selain operasi, kami juga berikan pembinaan kepada para penambang agar berhenti untuk kegiatan tersebut. Sebab, tidak berizin dan merusak lingkungan sekitar DAS Bengawan Solo. Dengan adanya operasi gabungan ini, kepada warga khususnya para penambang untuk segera menghentikan kegiatan penambangan pasir sebelum memiliki izin,” tegasnya.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia