Persalinan ODHA Dirujuk ke Luar Kota

KOTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melakukan evaluasi bersama guna menemukan populasi kunci kasus HIV/AIDS di wilayahnya. Salah satu hasilnya yakni, masih terkendala pelayanan persalinan ibu hamil ODHA, lantaran di rumah sakit setempat belum memiliki ruangan khusus. Sehingga mereka terpaksa di rujuk ke luar daerah.

“Hasil evaluasi dengan programmer dan kepala puskesmas kendala memang di persalinan. Ini karena RSUD belum melayani ibu hamil yang ODHA atau orang dengan HIV/ADIS,” terang Kabid Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono.

Meski begitu, pihaknya terus rutin melakukan pemantauan secara intensif terhadap ibu hamil yang terjangkit HIV. “Kami memberikan perhatian serius, supaya mereka dapat terlayani dengan baik,” ungkapnya didampingi stafnya Martha Gusunantika.

Karena RSUD setempat belum mampu melayani persalinan ibu ODHA makan langkahnya persalinan ibu hamil ODHA dirujuk di rumah sakit Pati dan Semarang.”Hasil diskusi kendala yang dihadapi RSUD, yakni ruangan bersalin hanya satu. Padahal secara tata laksana persalinan ODHA ibu hamil membutuhkan waktu selama satu hari penuh. Kemudian satu hari sebelumnya dan sesudah persalinan harus diliburkan terlebih dahulu. Ini untuk sterilisasi alat maupun ruangan,” terangnya.

Sesuai catatannya, dalam kurun sehari tidak kurang ada 20 orang yang melakukan operasi di rumah sakit pemerintah. Artinya, ketika tiga hari harus steril ada 60 operasi yang dikalahkan persalinan ODHA.”Kalau dari sisi tenaga medisnya siap. Kendala hanya tempat dan sterilisasi alat,” ujarnya.

Aris menambahkan, ke depan perlu di rumuskan agar bayi dan ibu ODHA dalam kondisi sehat. Hal itu, mengingat bulan ini akan ada dua persalinan. Kemudian, bulan depan ada dua persalinan lagi. Sehingga butuh solusi yang terbaik. “Evaluasi lain dalam hal percepatan dan akselerasi. Tidak hanya populasi kunci yang di targetkan. Namun, juga pemeriksaan waria maupun laki seks laki ,” imbuhnya. (noe/ali)

 


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar