Tetap Temukan Pencari Kerja Memalsukan Ijazah

KOTA - Angka pencari kerja di Jepara naik tajam. Belum setahun, angka pencari kerja tahun ini meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun lalu.

Kasi Penempatan Perluasan Kesempatan Kerja Pelatihan dan Produktifitas pada Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Jepara Amrina Rosyida mengatakan, selama tiga tahun terakhir jumlah pencari kerja sesuai permintaan AK 1 mengalami kenaikan. Terlebih tahun ini, kenaikan drastis.

Selama 2015 pencaker yang tercatat sebanyak 6. 821 orang. Tahun 2016 meningkat menjadi 6. 900 orang. Sementara tahun ini berjumlah 7.060 orang. Terhitung mulai Januari hingga kemarin. ”Setiap hari ada sekitar 50 hingga 60 orang yang datang meminta AK 1,” katanya.

Amrina mengatakan, syarat membuat kartu AK 1 di antaranya foto copy ijazah terakhir, E-KTP, dan mencantumkan foto pribadi. Selain itu pemohon diharuskan datang sendiri. Amrina menyatakan,  pihaknya perlu memeriksa dokumen personal pencari kerja yang dibawah ke dinas. Karena tak jarang para pencari kerja ditemukan memalsukan ijazah. Pemalsuan ijazah hampir dipastikan ada setiap hari.

”Mereka pakai ijazah orang lain yang sudah tidak terpakai lalu namanya diganti dengan namanya sendiri. Ada yang merubah nama ada juga yang hanya merubah tempat tanggal lahir,” katanya.

Amrina menyatakan, kondisi ini berlangsung lama. Pihak sudah sering memberi peringatan dan menolak permohonan tersebut. Yang bersangkutan diminta mengganti dokumen tersebut. Namun, fenomena penggunaan ijazah palsu ini masih terus terjadi.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar