Pengajuan Izin Pabrik Garam Ditolak

WEDARIJAKSA – Belasan pabrik pengolahan garam di Kabupaten Pati sudah disegel sementara. Setelah ada penyegelan, ada satu pengusaha di Desa Tluwuk, Wedarijaksa yang bersikukuh ingin mendapatkan pembinaan peongolahan garam supaya bisa memenuhi standar, namun perizinannya ditolak karena tanah yang ditempati milik pemerintah.

Plt Kepala Satpol PP Pati Rubiyono melalui Kasi Penindakan M Kanafi menyatakan, setelah ada penyegelan, sejumlah pabrik sudah tidak beroperasi. Namun, ada satu pabrik garam yang buka lagi. Pemiliknya sudah dibina. Pengolahan pabrik garam itu dapat melanjutkan usahanya jika mau pindah lokasi di lahan miliknya.

Pabrik tersebut selain tidak punya kepemilikan izin industri, garam yang diproduksi tidak sesuai standar, yakni di bawah 30 ppm garam standar beryodium dan alat pengolahannya tidak standar.

Satpol PP serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian sudah memberikan binaan. Namun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu menolak perizinannya karena lahan yang dipakai merupakan milik pemerintah.

Jika memang pemiliknya masih bersikeras membuka pabrik lagi di lokasi yang sama, pihaknya akan melaporkan hal itu ke Polres Pati supaya ada tindakan. Sebab, sesuai dengan Perda Nomor 9 Tahun 2008, Satpol PP hanya berwenang untuk menutup sementara dan melakukan tindakan pembinaan.

Seperti halnya tindakan dari Polda Jateng yang menutup dua pabrik pengolahan garam milik Abasari, 42, warga RT 6/RW 7 Desa Guyangan, Trangkil, dan milik Sukini, 40, warga RT 1/RW 2 Desa Genengmulyo, Juwana. Pengolahan garam itu tidak memenuhi SNI.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar