Tak Punya Rumah Singgah, Kesulitan Tampung PGOT

KOTA – Pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Kabupaten Pati masih sulit ditertibkan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah belum adanya rumah singgah untuk menampung mereka. Untuk itu, pada tahun ini bakal diusulkan pembuatan rumah singgah supaya pembinaannya bisa lebih maksimal.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pati Sudarlan melalui Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial Rinda Ardhiany mengaku, penertiban PGOT terus dilakukan oleh petugas Satpol PP, namun mereka tetap kembali ke jalan.

“Biasanya setelah ditertibkan, mereka kami beri makan dan dimandikan. Karena petugas hanya bekerja hingga sore, maka mereka dikembalikan kepada keluarga mereka. Berbeda kalau ada rumah singgah, bisa menampung mereka beberapa hari setelah dijaring. Di dalam rumah singgah bisa diberikan bimbingan dan rehabilitasi,” katanya.

Dengan adanya rumah singah untuk memberikan pengarahan beberapa hari, lama kelamaan mereka diharapkan bisa jera dan tidak kembali ke jalan. Para PGOT yang ditertibkan itu biasanya merupakan orang yang sama dengan razia-razia sebelumnya. Bahkan, ada di antara mereka yang sebenarnya bukan orang tidak mampu.

“Pembangunan rumah singgah itu diusulkan sudah lama. Namun belum ada action. Kami akan kembali mengusulkannya lagi pada 2017 ini.  Ini  bukan pembangunan fisik rumah saja, namun pembangunan manusianya juga,” kata Rinda. (put/aji)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar