Dakwaan Bambang Tri Setebal 15 Cm

BLORA - Aparat penegak hukum tampaknya tidak main-main untuk membuktikan kesalahan Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover ”Melacak Jejak Sang Pemalsu Jati diri”. Untuk mengawal kasus ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora akan menghadirkan enam saksi ahli dari berbagai bidang keilmuan. Mulai sejarah, bahasa, hukum dan sebagainya. Selain itu, bakal menghadirkan 25 saksi.

Kasi Intel Kejari Blora Dafid Supriyanto mengungkapkan, masih memperbaiki berkas dakwaan terhadap Bambang Tri Mulyono. Untuk tebal dakwaan sekitar 15 sentimeter. “Masih menyusun tuntutan, ada ratusan halaman,” jelasnya kemarin.

Bambang Tri akan didakwa dengan Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45a ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman terhadap warga RT 1 RW 4, Dusun Jambangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Blora pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

 “Menurut jaksa itu yang disangkakan. Untuk JPU ada 19 orang (bukan enam jaksa). Rinciannya, dari Kejagung ada sembilan jaksa, Kejati ada dua jaksa, dan sisanya dari Kejari Blora,” tambahnya.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora Dwi Cipto Tunggal mengaku, pelaksanaan persidangan diperkirakan 10 hari usai pelimpahan berkas. “Pelimpahan ditunda karena masih ada sedikit perbaikan,” jelasnya.

Bambang Tri diserahkan ke Kejari Blora Selasa (28/2) lalu. Selanjutnya lulusan S1 Universitas Semarang dititipkan di Rutan Kelas II B Blora.

Hendri Nugroho, penasehat hukum Bambang Tri Mulyono mengungkapkan, tidak ada persiapan khusus. Pihaknya akan mengikuti persidangan sesuai hukum yang berlaku. “Kalau persidangan ada, kami akan ikuti persidangan sesuai hukum acara berkaitan dengan bukti, ahli, dan saksi,” jelasnya. (sub/ris)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar