Kerugian Akibat Puting Beliung Capai Ratusan Juta Rupiah

BLORA Kerugian yang diakibatkan angin puting beliung yang terjadi Rabu (15/2) lalu, mencpai ratusan juta rupiah. Kerugian itu, di antaranya karena 10 rumah di Desa Purwosari, Kota, rusak dan dua warung roboh. Selain itu, tujuh tiang listrik di Jalan Blora-Rembang patah dan roboh.

Manager PLN Rayon Blora Muhamad Mulki Maulana mengungkapkan, atas kejadian itu, pihaknya langsung melakukan antisipasi dan tindakan darurat kemarin malam. Ada 10 personel yang menangani mulai sekitar pukul 19.00 hingga pukul 02.00.

Kemarin, pihaknya juga menerjunkan 50 personel untuk memperbaiki kerusakan dan memasang kembali tujuh tiang listrik. Diperkirakan perbaikan akan selesai hari ini. ”Total kerugian akibat tiang listrik ini patah mencapai Rp 165 juta. Terdiri dari kerugian material Rp 150 juta dan penjualan sekitar Rp 15 juta,” ucapnya.

Sementara itu, Sardi, pemilik warung yang roboh mengaku, warungnya rusak berat dan harus dibangun ulang. Kerugian yang diderita mencapai jutaan rupiah. ”Entek ludes, Mas. Kudu mbangun meneh. Terus duwet ko ngendi negeniki (Habis total, Mas. Harus dibangun lagi. Lalu uang darimana,” keluhnya sambil membersihkan puing-puing warungnya kemarin. ”Baru seumur-umur mendapati musibah seperti itu,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puting beliung menyasar di sebagian Desa Sendangharjo dan Desa Purwosari, Kota, Blora, Rabu (15/2) lalu. Sedikitnya 10 rumah rusak, dua warung ambruk, dan tujuh tiang listrik patah. Selain itu, juga seorang nenek berusia 72 tahun mengalami luka akibat bencana ini.

Camat Kota Sarmidi mengatakan, atap warga yang tekena puting beliung sudah teratasi semua. Warga juga sudah mendapatkan bantuan sembako dari berbagai kalangan. Seperti dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Puskesmas Medang, dan Dinas Sosial (Dinsos) Blora. ”Sudah beres semua. Listrik juga sudah diperbaiki,” ujarnya. (sub/lin)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar