Laporan Dugaan Money Politics Ditindaklanjuti

DI Kabupaten Pati laporan dugaan politik uang mengiringi proses penyelenggaraan Pilkada Pati 2017. Hingga kini, Panwaslu Pati telah menerima sebanyak 13 laporan dari masyarakat.

Ketua Panwaslu Pati Achwan mengatakan, dari belasan laporan dugaan itu, baru satu laporan yang sudah dapat disimpulkan untuk ditindaklanjuti. Pelapor ditengarai merupakan relawan kotak kosong.

Dugaan money politics itu disampaikan Awang Dodi, warga RT 1/RW 2 Desa/Kecamatan Trangkil. Pelapor mengaku mendapatkan saweran dari terlapor warga setempat Sudardi dan Prabowo.

Uang panas senilai Rp 15 ribu itu juga ditengarai dari pasangan calon (paslon). Dia mengatakan baik pihak terlapor ataupun pihak paslon dapat dijerat pasal dugaan money politic. Pasal yang digunakan menjerat pelaku praktik politik uang adalah Pasal 187 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. ”Terlapor atau pihak terkait dapat terancam dengan hukuman selama 3-6 tahun dan denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar,” kata Achwan kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Belasan laporan dugaan kasus serupa selebihnya, kata dia, masih perlu dikaji dengan Penegak Hukum Terpadu (Gakumudu) Pati. ”Jadi masih belum disimpulkan. Bila kesimpulannya dapat ditindaklanjuti, akan diteruskan ke pihak berwenang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bila disimpulkan dapat ditindaklanjuti akan diteruskan ke kepolisian atau kejaksaan. Karena pihak-pihak tersebut memiliki kewenangan untuk melakukan proses penyidikan, penggeledahan dan lainnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar