Dibangun Rp 15,8 M, Flat Cepu Mulai Ditempati

BLORA – Flat atau rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di daerah Tambakromo Cepu bakal mulai ditempati. Rencananya, hari ini (15/2) bangunan tersebut bakal diserahterimakan dari pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten (pemkab).

Sebanyak 63 kepala keluarga (KK) dari beberapa desa juga sudah melakukan pendaftaran serta mengumpulkan berkas persyaratan, sehingga mereka siap untuk menempati.

Suharyono selaku kabid di Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan Blora mengaku,  saat ini para pendaftar memang sudah tidak sabar untuk bisa menempati bangunan berlantai lima tersebut. Bangunan itu sendiri terdiri atas 96 unit, di mana masing-masing unit berukuran 24 meter persegi. Tiap unit terdapat satu ruang tamu, satu kamar tidur, kamar mandi, dan toilet.

Dikatakan, sesuai peraturan bupati (perbup) yang mengatur tentang rusunawa, tarif sewa untuk difabel per bulan Rp 50.000. Lantai II Rp 125.000, lantai III Rp 100.000, lantai IV Rp 75.000,  dan lantai V Rp 50.000.

’’Selain itu, yang berhak menempati rusunawa ini adalah warga dengan penghasilan di bawah Rp 2 juta. Seperti tukang becak, pemulung, pedagang, dan lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, kaum difabel disediakan tempat di lantai dasar. ’’Khususnya untuk kaki dan tunanetra dan ada tiga ruang yang telah kami siapkan,” jelasnya.

Pembangunan flat di Desa Tambakromo, Cepu tersebut semuanya menggunakan sumber dana APBN tahun 2014–2015 dan dilaksanakan PT. Polawes Raya senilai Rp 15,8 miliar. Flat tersebut dibangun untuk warga yang tidak memiliki rumah di wilayah Desa Tambakromo, Balun,  dan juga penghuni pemukiman kumuh di sekitar sungai yang ada di Cepu. (sub/aji)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar