Anak Menangis saat Rumah Tertimpa Longsor

GROBOGAN – Rumah milik Endang Rusmiyati, 41, warga Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, tertimpa longsoran dan pohon bambu. Akibat kejadian tersebut, seluruh penghuni terjebak didalam rumah.

Para korban bisa keluar usai belasan warga membantu memotong bambu. Warga juga membuka reruntuhan kemarin pagi. Kejadian longsor tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 03.00. Ketika itu, ada angin kencang disertai hujan. Tiba-tiba rimbunan pohon bambu di atas rumah ambruk. Tebing di sekitar pohon juga longsor. Akibatnya dapur dan ruang tengah rumah tersebut kena reruntuhan.

Endang bersama suaminya Budi Sutoyo, 45, serta tiga anaknya, Putri Dianavita, 17; Eny Susanti, 14; dan Krisna, 2,5 tahun tidak bisa keluar rumah. ”Sebelum kejadian saya mendengar suara keras menimpa rumah. Setelah saya lihat saya tidak bisa keluar kamar karena genting runtuh dan menimpa rumah,” kata Endang.

Tidak bisa keluar karena atap teras rumah tertimpa puluhan pohon bambu. Sehingga dia bersama suami dan anaknya panik karena terjebak. Kepanikan semakin menjadi karena anak bungsu Krisna terus-terusan menangis histeris. ”Saya bisa keluar rumah setelah para tetangga memotong bambu yang menghalangi pintu,” terang dia.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materil sekitar Rp 10 juta karena ada kerusakan atap teras dan sebagian atap rumah. Peristiwa tersebut membuat pemilik rumah trauma. (mun/ris)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar