Ibu Hamil Ngungsi di Balai Desa

JUWANA – Genangan air di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, semakin tinggi. Akibatnya, delapan kepala keluarga (KK) mengungsi di balai desa setempat kemarin. Salah satu keluarga yang mengungsi itu ada seorang ibu yang hamil.

Banjir di wilayah itu sudah sepekan. Limpasan air Sungai Silugonggo meninggi sejak Senin (6/2) lalu. Kondisi itu membuat beberapa daerah di Desa Doropayung terendam air. Ketinggian di dalam rumah sekitar 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Sementara itu, di pekarangan warga mencapai 80 sentimeter. Lantaran sulit beraktivitas mulai tidur, memasak, hingga istirahat, delapan KK yang terdiri 31 orang tersebut memilih mengungsi di balai desa.

Laspan, warga RT 5 RW 2 memilih mengungsi karena rumahnya tergenang air sekitar 30 sentimeter. Untuk berjaga-jaga, Laspan beserta anak dan istrinya terpaksa mengungsi.

“Yang paling penting, istri saya, Asmi hamil enam bulan. Jadi tinggal di genangan air membahayakan. Kami khawatir terkena penyakit dan berdampak pada kandungannya. Di dekat balai desa ada bidan, jadi bisa aman,” ucapnya.

Sarini, 55, warga RT 5 RW 2, Desa Doropayung, mengaku, khawatir sewaktu-waktu air menenggelamkan rumah. Untuk itu, dia mengungsi. Dalam pengungsian itu, dia membawa tikar dan kasur. Dia juga membawa peralatan dapur.

Kepala Desa Doropayung Sugeng Legiyanto mengaku, ada tujuh RT yang terendam. Tercatat, ada 125 KK yang rumahnya terkena banjir. “Kami berharap banjirnya secepatnya surut. Saat ini berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti dinas kesehatan maupun dinas sosial. Tim dari dinas kesehatan sudah meninjau kondisi warga. Kami juga sudah mendapatkan bantuan logistik dari beberapa pihak,” ungkapnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar