PAD Naik 20 Persen, Postur APBD Lebih Pro Rakyat

KOTA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jepara di 2017 mengalami kenaikan yang sangat siginifikan, yaitu 25 persen dibandingkan PAD 2016. Biasanya PAD di tahun-tahun sebelumnya hanya mengalami kenaikan sekitar empat sampai lima persen.

Perlu diketahu jumlah PAD 2017 sebesar Rp 276,034 miliar. PAD 2016 hanya sebesar Rp 219,091 miliar. Jumlah pendapatan daerah (termasuk pendapatan dana perimbangan dan pendapatan lain-lain yang sah) di 2017 Rp 1,966 triliun. Sementara jumlah pendapatan 2016 hanya Rp 1,952 triliun.

Menurut Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat jumlah pendapatan kenaikannya terlihat kecil. Mengapa terlihat tampak kecil, karena sesungguhnya pendapatan lainnya (bukan PDA) mengalami penurunan. ”Jumlah pendapatan naiknya terlihat kecil, karena pendapatan lain-lain mengalami penurunan. Peningkatan dari PAD diantaranya karena naiknya pajak dan retribusi. Tapi pendapatan lain-lain seperti hasil lelang itu mengalami penurunan,” jelasnya.

Ihwan kemudian mencotohkan, pihaknya menargetkan hanya membangun gedung-gedung yang setengah jadi. Tinggal finishingnya. ”Sehingga hasil lelang bongkaran gedung-gedung itu dijual di 2016. Tahun 2017 tak ada lagi lelang bongkaran gedung-gedung. Itu contoh mengapa pendapatan kita mengalami peningkatan tapi sepertinya kecil. Semisal pendapatan lain-lain yang sah sama dengan 2016. Sementara PAD sama di 2017, maka peningkatan pendapatan akan sangat terlihat tajam,” tegasnya.

Faktor lainnya mengapa tampak peningkatan pendapatan kecil, karena anggaran transfer dari pemerintah pusat ke APBD 2017 juga tak mengalami kenaikan.  Begitu juga dengan dana desa. Dana Alokasi umum (DAU) 2017 sama dengan 2016 atau tak mengalami peningkatan. “Jadi kenaikan pendapatan di APBD 2017 faktor utamanya adalah peningkatan PAD,” tegasnya.

Hal menarik lainnya menurut Ihwan, dari APBD 2017 adalah perubahan posting belanja modal dibandingkan 2016. Belanja modal untuk pembangunan jalan mengalami peningkatan tajam. Begitu juga fasilitas publik (lihat grafis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2017 dan 2016 di halaman 3). ”Bukti itulah saya berani mengatakan, postur APBD 2017 lebih efisien dibandingkan 2016,” ucapnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar