Gandeng Ahli Kesehatan Hewan dari Bogor

 

KOTA – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang serius meningkatkan swasembada daging melalui program sapi indukan wajib bunting  atau Upsus Siwab. Agar program tersebut berjalan sukses, para akseptor diberikan pelatihan dengan menggandeng Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH), Cinagara, Bogor.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, Rembang tahun ini menargetkan 37 ribu akseptor inseminasi buatan (IB). Untuk itu, semua sapi indukan harus dapat bunting.

Agar program-program tersebut berjalan dengan baik, para peternak perlu mendapat tambahan wawasan dan mengenal teknologi baru perternakan. Salah satunya teknologi cek kebuntingan. Jika sebelumnya proses cukup ribet karena harus melalui rahim. Kini dengan teknologi baru cukup menggunakan reagen aquades dan asam zulfat.

”Tentunya membawa keuntungan tersendiri kepada aseptor, untuk melihat lebih cepat sapi indukan yang telah bunting,” ujarnya kemarin (11/1).

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor Djajadi Gunawan  menyampaikan, untuk mendorong  program Upsus Siwab kali pertama yang disiapkan inseminator. Hal ini penting, karena tanpa inseminator program tak bisa berjalan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar