Bawa Lari Rp 500 Juta, Karyawati Dipolisikan

KUDUS Debt collector perusahaan otomotif bagian penjualan sepeda motor Murvianti Tsabita, 35, diduga melakukan penggelapan uang hingga Rp 598 juta. Warga Desa Wonoketingal, Karanganyar, Demak, ini, berhasil diamankan anggota Polres Kudus.

Uang setengah miliar lebih itu, hasil dari pembayaran 35 unit sepeda motor Honda Vario 125. Sedangkan konsumen yang dirugikan karena penggelapan uang tersebut ada 20 orang. Saat  diinterogasi dalam gelar perkara di Mapolres Kudus kemarin, pelaku mengaku, uang ratusan juta milik perusahaan itu, sudah amblas untuk kebutuhan hidup pribadi.

”Pelaku kami jerat dengan Pasal 374 KUH Pidana mengenai Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan. Ancaman hukumannya lima tahun,” terang Kapolres AKBP Andy Rifai kemarin.

Kapolres mengatakan, perbuatan pelaku kali pertama tercium saat proses audit pembukuan. Dari audit tersebut, belum ada pelunasan dari puluhan konsumen. Namun saat dicek, ternyata pelunasan sudah dilakukan konsumen.

Perusahaan terkait hendak mengklarifikasi ketimpangan keuangan. Pelaku pun mengonfirmasi sudah ditransfer. Namun setelah dicek, uang pelunasan itu belum masuk. Pihak perusahaan sempat memastikan persoalan itu. Namun yang bersangkutan sudah melarikan diri. ”Perusahaan yang merasa dirugikan melaporkan kasus ini, sekitar pertengahan Januari lalu,” katanya.

Menindaklanjuti hal ini, pihaknya melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Di rumahnya yang beralamat di Desa Wonoketingal, Karanganyar, Demak, itu kosong. Dari penuturan tetangga sekitar, pelaku dimungkinkan pulang ke saudaranya di Bogor, Jawa Barat.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar