Lestarikan Bahasa Jawa di Keluarga

PEREMPUAN bernama Aufa Septalia cinta sekali dengan bahasa Jawa. Ia pun menerapkan krama inggil di rumah. Hal ini demi melestarikan bahasa Jawa di lingkungan sekitarnya.

Septa -panggilan akrabnya- awalnya tidak begitu pandai berbahasa Jawa krama inggil. Namun, setelah ia diterima di jurusan bahasa Jawa, Universitas Negeri Semarang (Unnes), ia mulai menyukai.

”Dulu hanya bisa Jawa ngoko. Makanya pas awal-awal kuliah saya butuh belajar ekstra untuk bisa berbagai tingkatan bahasa Jawa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Saat proses belajar di kampusnya, perempuan kelahiran 6 Maret 1993 ini, sering mengaplikasikannya dengan teman-temannya sendiri. Setelah beberapa tahun, ia menjadi lihai. ”Alhamdulillah sekarang sudah menguasai. Ternyata belajar bahasa Jawa itu tidak mudah. Jangan sampai menyepelekan,” jelasnya.

Ia merasa lebih bisa bertutur kata sopan saat berbicara dengan orang tuanya maupun keluarganya yang lain. ”Sampai sekarang, menurut saya bekal bahasa Jawa terutama krama inggil itu penting,” terangnya.

Ia menilai, kemampuan berbicara dengan krama inggil saat ini sudah mulai terkikis. Salah satunya karena mulai banyaknya bahasa asing yang ingin dipelajari anak sejak usai dini.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar