Yakinkan Pedagang dengan Sebar Kuesioner, 90 Persen Tak Suka Kobokan

FEMI NOVIYANTI, Karimunjawa

MEMULAI dari hal-hal kecil menjadi kunci bagi Yunita Sintawati meraih banyak prestasi. Tenaga fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Karimunjawa itu berhasil memenangi pemilihan tenaga kesehatan berprestasi tingkat Jawa Tengah, setelah berupaya membenahi perilaku cuci tangan masyarakat.

Yunita menceritakan, dari pengamatan dilakukannya ada puluhan pedagang di Alun-alun Karimunjawa dengan menu utama ikan bakar, pindang srani, dan seafood. Untuk menikmati menu andalan ini, cara makannya lebih banyak menggunakan tangan.

Saat cuci tangan, awalnya pedagang hanya menyediakan sarana cuci tangan berupa kobokan. Hal itu menurutnya tidak higienis, karena satu tempat digunakan bersama-sama. Standarnya cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir. ”Setelah ada penyuluhan alhamdulillah sekarang itu sudah tidak dilakukan. Cuci tangan sekarang menggunakan air mengalir,” katanya.

Yunita melanjutkan, setelah perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) terwujud di lokasi wisata kuliner, hal tersebut dijadikan sebagai role mode di seluruh kawasan wisata Pulau Karimunjawa. Dengan konsep itu, dia meraih prestasi di tingkat Jawa Tengah dan maju ke tingkat nasional pekan ini (15-21/8). ”Materi yang dibawa ke lomba tingkat nasional berjudul Perilaku CTPS di Wisata Kuliner Karimunjawa sebagai Role Model di Kawasan Wisata Pulau Karimunjawa,” urainya.

Bagi dirinya pribadi, tidak mudah merubah kebiasaan ini. Dia harus terlebih dahulu memastikan penjual sadar, bahwa penikmat kuliner menghendaki sarana cuci tangan higienis. Untuk memastikan perilaku hidup bersih dan sehat melalui CTPS ini, sebenarnya  dikehendaki mayoritas masyarakat, Yunita melakukan survei. Survai awal menyebar kuesioner kepada pembeli pada pertengahan April lalu.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar